325

Act For Freedom Now RSS

Raw news from the insurrectionary anarchist webportal:

Avtonom RSS

Anarchist-communist page of news and reports from Russia:

Asimetris RSS

Indonesian language anarchist anti-info group:

Contra Informate RSS

¡En un mundo de siervos y poderosos, todxs somos honestxs delincuentes!:

Instinto Salvaje RSS

Spanish language anti-info from Latin America & Beyond:

From Russia With Love RSS

Russian language reportage:

Machorka RSS

Multi-language radical site updated frequently with interesting news:

RadioAzione RSS

Italian & Croatian language anti-info, podcasts & more:

War on Society RSS

USA & Global news:

Long Live Luciano Tortuga Cell / IRF / FAI Indonesia claims new International Solidarity fire attack against BRI Bank, Yogyakarta (Indonesia)

2 comrades, Eat and Billy are imprisoned having taken responsibility for this action. There has been a call-out for revolutionary solidarity with the struggle in Indonesia – translated into several languages, which can be found on the website Contra-Info, in Greek, Spanish, Italian, French, German and Portuguese. More details to follow.

7 October 2011

NEGARA-KORPORASI-POLISI-MILITER ADALAH TERORIS SEBENARNYA

“Pemberontakan sosial akan terus berlanjut karena mentari terus bersinar.”

Kali ini kami mengatakan, bahwa apa yang kami lakukan merupakan puncak dari semua kegelisahan serta kemarahan kami terhadap sistem yang sedang berjalan ini. Sistem yang memberhalakan uang, sistem yang merecoki keseharian masyarakat dengan televisi, agar mereka membeli barang-barang yang tak mereka perlukan agar mereka terus bekerja seperti mesin. Sistem yang mengharuskan kami beserta masyarakat lainnya tidak memiliki kendali atas hidup kita sendiri.

Sistem yang lainnya menguntungkan borjuis, para pebisnis, dan para birokrat negara yang menjadi sekutu setianya. Bagi kami semua, ini bukan saatnya untuk diam, bukan saatnya untuk tenang menonton acara di depan televisi dan berkata bahwa “semua baik-baik saja”.

Untuk setiap penindasan di Papua Barat.

Untuk setiap penindasan di Kulon Progo.

Untuk setiap penindasan bersejarah di Aceh.

Untuk setiap penindasan di Wera, Bima.

Untuk setiap penggusuran dan perampasan lahan di Takalar dan Pandan Raya di Makasar.

Untuk setiap penindasan terhadap kawan-kawan kami yang berjuang.

Untuk Tukijo dan para kombatan sosial yang mendekam di penjara hanya karena berjuang mempertahankan hak hidupnya.

Untuk setiap konsensi hutan yang akan menghancurkan setiap keanekaragaman hayati mengatasnamakan uang dan bisnis!

Dan untuk setiap penjara yang seharusnya terbakar rata dengan tanah.

Maka selama negara dan kapitalisme masih eksis, tak pernah akan ada kata damai antara mereka yang tak berpunya dengan mereka yang berpunya.

Penyerangan terhadap pusat-pusat finansial: ATM, bank, gedung korporat adalah target yang penting, karena mereka adalah salah satu kolaborator yang menyebabkan penderitaan di muka bumi ini. Ini bukanlah terorisme karena kami tidak mengadvokasikan untuk menyerang orang-orang, terorisme adalah peperangan antar negara. Terorisme adalah beras dan pangan di dapurmu yang semakin menipis. Terorisme adalah bajingan berseragam yang membawa senjata ke mana-mana. Terorisme adalah pembantaian orang-orang tak berpunya.

Maka kami mengatakan: sudah cukup!

Dan ini juga untuk kalian! Para kombatan yang tak pernah surut untuk berjuang di luar sana, meski kalian harus mendekam di jeruji besi karena keyakinan kalian akan kebebasan: Conspiracy of Cells of Fire (Yunani), kombatan Chile: Tortuga! Lives on! Gabriel Pombo da Silva, Thomas Meyer Falk (Germany) Polykarpos Georgiades, Revolutionary Struggle! Salut bagi kombatan Manado, Makassar, dan Bandung, kalian adalah inspirasi di tengah ketidakberdayaan masyarakat akan hidup mereka yang semakin tidak menentu dan tak berdaya.

“Biarkan api menyala dalam kegelapan!”

Long Live Luciano Tortuga Cell – International Revolutionary Front – FAI

-

English Translation:

STATES-CORPORATIONS-MILITARY-POLICE ARE THE TERRORISTS

“Social rebellion will continue as the sun continues to shine.”

This time we say, that what we are doing is the culmination of all our anxieties and anger against a system that is running this. Systems that idolize money, a system that nags the public daily with television, so they buy things they do not need so that they continue to work like a machine. System that required us and other people to not have control over our own lives.

Another system that benefits the bourgeoisie, the businessmen, and state bureaucrats who become loyal allies. For us all, this is not the time to be quiet, not the time to calmly watch the event in front of the television and say that “all is okay”.

For each incident of repression in West Papua.

For each incident of oppression in Kulon Progo.

For every historic repression in Aceh.

For each incident of oppression in Wera, Bima.

For any evictions and land seizures in Takalar and Pandan Raya in Makassar.

For each of the oppression of our comrades who are struggling.

To Tukijo and social combatants languishing in jail just because of fighting for their life right.

For each forest concession that would destroy any biodiversity on behalf of money and business!

And for every prison should have burned to the ground.

So long as the state and capitalism still exist, never will there be words of peace between those dispossessed by those who are propertied.

Attacks on financial centers: ATMs, banks, corporate buildings is an important target, because they are one of the collaborators who cause suffering on this earth.

This is not because we do not advocate terrorism to attack the people, terrorism is a war between countries. Terrorism is rice and food in your kitchen that are running low. Terrorism is a crook in uniform who carries weapons everywhere. Terrorism is the massacre of the dispossessed.

So we say: enough!

Tortuga! The combatants who never stopped to fight out there, although you have to crouch on the bars but you have freedom of thought: Conspiracy of Cells of Fire (Greece), combatants in Chile: Tortuga! Lives on! Gabriel Pombo da Silva, Thomas Meyer Falk (Germany) Polykarpos Georgiades, Revolutionary Struggle! Kudos for the combatants in Manado, Makassar, and Bandung, you are an inspiration in the middle of the powerlessness of their lives that society makes increasingly uncertain and helpless.

“Let the fire burn in the darkness!”


Long Live Luciano Tortuga Cell – International Revolutionary Front – FAI

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

This entry was posted on Monday, October 10th, 2011 at 10:37 pm and is filed under Direct Action.