325

Comrade Hidayat has been moved to house arrest (Indonesia)

From kokemi. Rough automatic translation follows. Solidarity with the struggle for freedom in Indonesia. Liberty for Hidayat!

Kamerad Hidayat pagi tadi dipindahkan ke rumah tahanan

Kurang lebih dua minggu sudah menurut hitungan kami, kamerad Hidayat mendekam di balik terali besi milik institusi yang paling brutal dimuka bumi ini.

Pagi tadi sekitar pukul 10.00 WITA (tanggal 12 januari 2012) Pihak Polrestabes Makassar telah memindahkan Kamerad Hidayat di Rumah Tahanan di jalan Sultan Alauddin, Setelah sebelumnya dipenjarakan di kantor Polrestabes Makassar guna menjalani penyidikan dan pendalaman kasus tersebut.

Dari beberapa informasi dan kesimpulan yang kami kumpulkan terkait pemindahan ini, Nampaknya sebagian orang berkesimpulan bahwa ada indikasi Pihak Polrestabes Makassar sengaja memindahkan saudara kita kamerad Hidayat, agar kasus ini seolah telah dilimpahkan dan mendapatkan vonis dari pihak pengadilan.

Kasus ini dalam catatan kami, sejak tanggal 12 desember 2011 lalu, paska aksi solidaritas Bima di Makassar kemarin, kasus penangkapan Kamerad Hidayat ini seolah dibiarkan terkatung-katung dan seolah ingin dijauhkan dari ekses gelombang solidaritas, hal itu kami pikir terbukti dengan dipindahkannya kamered hidayat pagi tadi.

Tak hanya ekses pertemuan dengan saudara kita hidayat yang dibatasi, namun kuasa hukum yang mendampinginya juga seolah dijegal habis-habisan dari Pihak Kepolian Makassar. Hal ini terbukti dengan ditolaknya penangguhan tahanan kamerad Hidayat yang diajukan beberapa waktu lalu. Terlebih penolakan ini Tanpa alasan dan pertimbangan serius akan status Kamerad hidayat yang sedang sakit dan Masih menjalani studi pada sebuah kampus di Makassar.

Untuk persidangan kamerad Hidayat, sesuai dengan statement polisi pada saat itu, hingga sekarang belum ada titik terang kapan waktu pelimpahan berkas kamerad Hidayat kepihak kejaksaan.

Namun sementara ini dalam penelusuran kami gelombang solidaritas terus berdatangan untuk saudara kita Kamerad Hidayat, meski dengan jumlah yang tak besar namun hal ini telah melampauihi usaha kuantitas.

Untuk itu, melalui catatan ini kembali kami mengajak siapapun, dimanapun dan kapanpun untuk membangun sebuah jejaring solidaritas menentang kebrutalan institusi paling bengis dimuka bumi ini.

“dengan solidaritaslah semua pamor akan rata dengan tanah”

in solidarity,

redaksi kokemi.


Rough automatic translation from 325

Approximately two weeks has been our reckoning, comrade Hidayat is languishing behind bars owned by the institution of the most brutal in this earth.

This morning around 10:00 CET (dated 12 January 2012) Comrade Hidayat was moved to the House of Detention in the area of Sultan Alauddin, after previously being jailed in Makassar to undergo investigation and deepening of the case.

From some of the information we collected and conclusions related to this displacement, It seems that some people conclude that there is no indication Makassar police deliberately move our brother Hidayat, that this case seemed to have been filed and get the verdict from the court.

The case is in our records, the date of 12 December 2011 and then, after the action of solidarity Bima in Makassar yesterday, the arrest of comrade Hidayat this case as if allowed to float and as if to wave away from the excesses of solidarity, we thought it was proven by the transfer of comrade Hidayat this morning .

Not only the excesses of a meeting with our brother Hidayat restricted, but the attorney who accompanied him as well as tripped-out of the Parties Kepolian Makassar. This is evidenced by the rejection of the suspension of prisoner comrades Hidayat proposed some time ago. Moreover, this refusal without reason and serious consideration to the status of comrade Hidayat who was ill and is still undergoing study at a university in Makassar.

For the trial comrade Hidayat, according to police statements at the time, until now there has been no billumination about when the file transfer time or prosecution.

But while this in our search kept coming wave of solidarity for our brother comrade Hidayat, though with no great amount but this has a quantity of exchange.

For that, through these notes again we invite anyone, anywhere and at any time to build a network of solidarity against the most ruthless brutality of the institution in this earth.

“dengan solidaritaslah semua pamor akan rata dengan tanah”

in solidarity,

redaksi kokemi.

Tags: , , , ,

This entry was posted on Thursday, January 12th, 2012 at 6:41 pm and is filed under Prison Struggle.