325

Anonymous revindication for numerous incendiary actions during the Jakarta uprising (Indonesia)

“Forward everyone! And with arms and heart, word and pen, dagger and gun, irony and curse, theft, poisoning and arson, let’s make… war on society!” -Dejaque.

We claim the bus station destruction, BCA Bank Destruction, Roxy mall looting, burning of car and police posts and the burning of the luxury car during the Jakarta insurrection. It’s not just about our refusal of the Omnibus law, it’s also an accumulation of numbness, and anger against the imbalance that is produced by the dominant system nowadays. This direct action is not only a sort of confrontation against the ruling class, but this is also a solidarity to the street combatants. We’re sure that peaceful protest doesn’t give us anything and every state is an oppressor.

Solidarity to all combatants and anti-authoritarian prisoners around the world. Solidarity to all anarchist comrades in Belarus, Malaysia, Chile, Greece, Hong Kong, Rojava, and every autonomous liberationist in the world.

Solidarity to all combatants that were captured in October 8, there is no verdict until freedom.

We want to see the world burn, dancing around all the burning cities as they turn into dust. Because we are holding a new world in our hearts.

We are no one, but we are angry!

–Anonymous, Jakarta, Indonesia

Komunike Aksi Jakarta

“Melangkahlah kalian semua! Bersama dengan senjata senjata dan hati, kata dan pena, pisau belati dan senapan, ironi dan kutukan, pencurian, meracuni dan pembakaran rumah, mari wujudkan, perang di tengah masyarakat” -Dejaque

Kami menyatakan bahwa pembakaran halte di beberapa titik aksi, penghancuran Bank BCA, penjarahan Mall Roxy, pembakaran pos dan mobil polisi, serta pembakaran mobil mewah saat aksi di Jakarta pada tanggal 8 Oktober. Dan ini bukan hanya menyoal penolakan terhadap Omnibus Law, melainkan akumulasi kemuakan dan kemarahan atas segala bentuk ketimpangan yang diproduksi oleh sistem dominan hari ini. Aksi ini juga tidak terbatas sebagai konfrontasi terhadap penguasa, namun juga solidaritas untuk setiap kombatan di jalanan. Kami menyakini bahwa aksi damai tak menghasilkan apapun dan setiap produk negara adalah bentuk penindasan.

Solidaritas untuk semua kombatan di jalanan dan seluruh tahanan anti-otoritarian di seluruh dunia. Soidaritas kepada kaum anarkis di Belarusia, Malaysia, Chile, Yunani, Hongkong, Rojava, dan seluruh upaya upaya pembebasan— demi terbentuk daerah otonom.

Solidaritas untuk kombatan yang tertangkap di tanggal 8 Oktober di setiap titik penghancuran, tak ada vonis yang pantas kecuali vonis bebas.

Kami ingin melihat dunia terbakar, menari bersama menyaksikan kota menjadi puing dan debu. Karena kami menggenggam dunia baru di hati kami.

Kami bukanlah siapa siapa, kami hanya ingin menegaskan bahwa kami marah!


-Anonymous. Jakarta, Indonesia.

Tags: , , , , ,

This entry was posted on Friday, October 30th, 2020 at 10:47 am and is filed under Direct Action.